Update Terkini Mengenai Virus Corona di Indonesia (24 July 2020)

24 Juli 2020 | Berita & Update

Pemerintah Indonesia mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari ini Kamis (23/7) ada sebanyak 1.906, sehingga totalnya menjadi 93,657 orang.
Sementara di seluruh dunia, virus corona telah menjangkiti lebih dari 15 juta orang. Menurut data, Penambahan kasus positif di Indonesia mulai melaju cepat sejak bulan Juni, bergerak fluktuatif antara 400-an kasus hingga lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Berikut kurva penularan virus corona di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan

Pada Kamis (16/07) terdapat tambahan kasus baru corona di Jakarta sebanyak 470 kasus baru.

Pada masa sebelum transisi, penambahan kasus positif di Jakarta sempat bergerak di kisaran 70-100an kasus per hari.

per hari Kamis (23/7) penambahan kasus positif sebanyak 1.906 orang, penambahan pasien sembuh menjadi 1.909 orang dan kasus meninggal bertambah menjadi 117 orang.

Penularan COVID-19 tak pandang kelompok umur. Anak-anak merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap keterpaparan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Unicef Indonesia memiliki langkah 3 x 3 untuk lindungi anak Indonesia.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, anak-anak adalah masa depan bersama bagi Indonesia. Ia juga menekankan untuk memastikan anak Indonesia adalah generasi yang terlindungi selama pandemi.

Dokter Reisa pun menyampaikan langkah 3 x 3 untuk perlindungan anak dari pandemi COVID-19. Langkah pertama yakni dukung keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak. Sosialisasikan panduan dan sediakan sarana pelayanan gizi esensial berkelanjutan untuk remaja, perempuan usia subur, ibu hamil dan menyusui, dan balita.
Ia mencontohkan, berupa pengawasan dan dukungan pertumbuhan, pemberian suplemen nutrien mikro, konseling gizi untuk ibu, konseling pemberian makan untuk bayi dan balita, pembagian biskuit tinggi energi, dan penapisan serta perawatan untuk kasus kurus parah atau severe wasting.
Kedua, dukung anak agar tetap belajar. Ia menjelaskan, perluas pilihan metode belajar dari rumah agar tersedia pula metode yang minim atau tanpa teknologi, awasi pembelajaran dan partisipasi murid melalui platform daring.
“Ke depankan prinsip “lebih sedikit namun berkualitas” yaitu dengan berfokus mengajarkan keterampilan dan pengetahuan paling esensial dalam situasi keterbatasan sumber daya, dan berikan guru dukungan dan bimbingan terkait pengajaran jarak jauh,” pesannya di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Kamis (23/7).

Ketiga, lindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan. Perlindungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada anak yang rentan.
“Rumuskan strategi untuk menjawab risiko kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak, termasuk pemetaan layanan, penyediaan panduan rujukan, perluasan mekanisme pelaporan dan respons,” ujarnya saat media center diambil alih oleh anak-anak tepat di Hari Anak Nasional.
Lanjutnya, pastikan pekerja sosial dapat bekerja dengan aman menggunakan alat pelindung agar pelayanan dan manajemen kasus bisa terus diselenggarakan untuk kelompok yang paling rentan.
Di tengah pandemi yang masih berlangsung, Reisa mengingatkan para wali anak untuk memastikan anak-anak memahami adaptasi kebiasaan baru melawan pandemi.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan tiga hal agar anak-anak terhindar dari COVID-19. Pertama, menjaga jarak aman, sekitar 1 hingga 2 meter. Kedua, mengajari mereka menggunakan masker dengan benar dan membiasakan dengan wajir bermasker apabila di ruang publik. Ketiga, sering-sering untuk mencontohkan kepada anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Dokter Reisa menyampaikan 3 pesan terakhir kepada keluarga untuk melindungi anak-anak dengan menjaga stamina, makan makanan bergizi dan tetap ceria, hangat di dalam keluarga. “Jangan lupa untuk Bahagia,” ucapnya.
“Anak-anak harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga puisi yang paling bermakna adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga,” tutupnya.

Berikut ini sebaran virus Corona berdasarkan usia di Indonesia :

Benarkah laki-laki lebih rentan terjangkit virus corona seperti analisa para pakar kesehatan?

 

Di Indonesia lebih dari separuh pasien (data hingga 16 Juli 2020) berjenis kelamin laki-laki. (laki-laki: 52,44%, perempuan: 47,56%, tidak diumumkan 0,01%)

Sumber: covid19.go.id; corona.jakarta.go.id; Kementrian Kesehatan

  • SHARE THIS POST